
Kabayan memiliki teman imajinasi seekor kunang-kunang bernama Lip Lap. Dia selalu mengikuti dan menemani Kabayan ke mana pun. Lip Lap sering menyemangati Kabayan bila sedang putus asa dan mengingatkan bocah tersebut bila berbuat salah. Selain Lip Lap, ada tiga teman Kabayan lainnya yang digambarkan berasal beragam daerah dan suku bangsa. Sami dari papua, Naya dari Kalimantan, dan Ling Ling yang keturunan Tionghoa.
Kabayan dan para sahabatnya sangat mencintai Indonesia. Mereka kerap bertualang ke sejumlah daerah untuk melihat kebudayaannya. Tak hanya itu, mereka juga mengunjungi tempat-tempat menarik yang dapat mengingatkan anak-anak Indonesia untuk bangga menggunakan produksi dalam negeri.
Kabayan dan Lip Lap adalah buah karya Castle Production, perusahaan animasi lokal yang sebelumnya lebih sering menangani proyek animasi untuk negara lain. Menurut Produser Eksekutif Kabayan dan Lip Lap, Maria Tjin, serial anak-anak ini dibuat atas dasar idealisme dan rasa cinta pada Indonesia. “Kami iba melihat anak-anak Indonesia terus disuguhi tontonan animasi yang berasal dari luar negeri, akibatnya mereka lebih tahu Doraemon dibandingkan si Kancil,” ujar Maria ketika ditemui di kantornya di Jakarta.
Maria berpendapat, anak-anak Indonesia seharusnya diberikan suguhan hiburan yang dapat mendidik mereka untuk mencintai dan bangga akan negaranya. Mereka pun hendaknya dibimbing untuk memiliki budi pekerti yang baik dan berjiwa sosial tinggi. Sayangnya niat mulia tersebut kerap terganjal di pasar animasi Indonesia.
Para konsumen animasi sering meragukan karya animator negeri sendiri. Mereka pun acap mengeluh bila disodori harga jual Kabayan dan Lip Lap. ”Bagi mereka lebih baik beli serial animasi Tom and Jerry yang harga belinya sudah jatuh,” ujar Maria. Mereka bahkan sama sekali tak tergerak untuk bekerjasama memasarkan produk yang penuh nilai pendidikan dan sosial tersebut.
Pemenang INAICTA 2008
Kesabaran mereka pun akhirnya terbalas setelah memperoleh pengakuan tingkat nasional dari Depkominfo setelah menjadi Pemenang Indonesia ICT Award (INAICTA) 2008 untuk kategori Animasi. Perusahaan ini pun berhasil menjalin kerjasama dengan Departemen Pendidikan Nasional lewat sosialisasi program Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas).
Bersamaan dengan program tersebut, Castle Production melakukan road show kesejumlah kota di Indonesia seperti Manado, Samarinda, Palembang, Yogyakarta, dan Pekalongan. Perusahaan ini pun telah berhasil menjalin kerjasama dengan Departemen Perdagangan untuk menyiarkan animasi tersebut di Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada bulan Agustus hingga Desember 2008 lalu.
Awalnya Maria dan kawan-kawan sedikit pesimis. Mereka takut usaha yang dilakukan sia-sia dan anak-anak tetap tak mengenal tokoh santun yang mereka ciptakan. Namun hal tersebut terbalas dengan banyaknya respon positif yang datang dari sejumlah anak-anak Indonesia. ”Mereka menghubungi kami lewat berbagai media yang kami sediakan, bahkan meminta kami untuk mendatangi mereka,” kata Maria.
Bukan hanya Kabayan dan Lip Lap proyek idealis yang mereka kerjakan. Tahun lalu Castle Production bersama PMI dan Canadian Red Cross membuat animasi cara menghadapi bencana. Ke depan Castle akan merampungkan penggarapan serial Kabayan dan Lip Lap hingga 104 episode yang kembali ditayangkan di Global TV dan membuat 52 episode animasi pendek untuk televisi pendidikan (TVE).
Maria dan Castle Production berkomitmen untuk menjadikan produksi animasi anak negeri sebagai tuan rumah di negeri sendiri. Mereka ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun bisa memproduksi animasi berkualitas dan mendidik anak-anak Indonesia. Mereka berharap akan banyak produsen animasi yang mengikuti jejak mereka ini. "Bila kita tidak mulai sekarang kapan lagi," ujar Maria bersemangat.
TENTANG INAICTA 2009
INAICTA 2009 adalah ajang lomba karya cipta kretivitas dan inovasi bidang teknologi informasi dan telekomunikasi berskala nasional tahun ketiga. Total hadiah untuk INAICTA 2009 adalah Rp 1 Milyar dan pemenang berpeluang mewakili Indonesia di ajang internasional.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar