Selasa, 16 Juni 2009



Irit Pada Mobil Otomatik








Semakin bertambah banyaknya kendaraan di Ibu Kota merupakan salah satu factor penyebab kemacetan di jalanan Ibu Kota, keadaan seperti ini mendorong para pemilik mobil untuk mengganti mobil manual nya dengan mobil otomatik, yang memudahkan pengemudi untuk mengendarai mobil, karena tidak perlu capek untuk mengoprasikan kopling untuk berpindah-pindah gigi.

Tetapi walaupun demikian mobil transmisi otomatik juga di keluhkan oleh pemiliknya, antara lain boros bahan bakar dan kampas rem.
Kali ini ceklagi.com memberikan sekilas tips “Bagaimana caranya agar dapat menghemat bahan bakar pada mobil transmisi otomatik”. Sebelumnya mari kita tengok mengapa mobil dengan transmisi otomatik boros bahan bakar?

Hal ini dikarenakan torque converter tetap berputar disaat mobil berhenti, artinya mesin membutuhkan bahan bakar lebih banyak dibandingkan dengan mobil yang menggunakan transmisi manual. Faktor ini juga menyebabkan mobil dengan transmisi otomatik menimbulkan gejala merayap di saat berhenti dengan tuas gigi berada di D dan pedal rem tidak di tekan.

Kenyataan lain tidak jarang pemakai mobil transmisi otomatik selalu menggunakan tuas gigi berada di D dan tidak pernah menggunakan overdrive atau OD, padahal dengan memanfaatkan overdrive, konsumsi bahan bakar bisa lebih irit.

Selain tips diatas ceklagi.com juga mempunyai tips “Bagaimana cara menghemat kampas rem pada mobil transmisi otomatik”. Setelah diteliti ternyata pada mobil transmisi otomatik setiap 20.000 km kampas rem sudah harus diganti dengan yang baru, sedangkan pada mobil transmisi manual membutuhkan waktu yang agak lama yaitu 50.000 km. Mengapa demikian ??

Hal tersebut dikarenakan pengguna mobil transmisi otomatik hanya menggunakan tuas gigi hanya berada di D dan tidak pernah memanfaatkan gigi D2 atau L, terutama saat meluncur di turunan. Akibatnya, pemanfaatan engine brake sangat jarang atau tidak pernah sama sekali untuk memperlambat laju atau menghentikan mobil, dan hanya mengandalkan dari rem saja.

Perlu diketahui bahwa transmisi otomatik bukan berarti membebaskan pengemudi tidak perlu ganti gigi dan injak kopling. Pada kondisi tertentu, misalnya untuk berakselerasi (OD OFF), saat meluncur di jalan bebas hambatan (OD ON), berhenti di lampu merah N, berada di jalan menurun D2 atau L dan ingat, posisi D3, D2 dan L pada pemindah gigi bukan sekadar pajangan, tetapi mempunyai fungsinya masing-masing.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar