Jumat, 31 Juli 2009

Teknologi untuk Menangkap Pencuri Mobil
Komputer dapat mengidentifikasi secara lebih akurat saat membaca plat nomor kendaraan.

(issa-eg.org)

Sejumlah peneliti di University of Technology, Sidney, Australia mengembangkan sebuah program komputer menggunakan teknologi pencitraan. Program komputer tersebut memungkinkan kendaraan polisi yang sedang bergerak mendeteksi mobil curian di tengah arus lalulintas.

Teknik baru itu berbasis piksel heksagonal, bukan bujur sangkar seperti biasanya. Ia memungkinkan komputer yang terhubung ke kamera dapat mengidentifikasi secara akurat dan membaca plat nomor kendaraan secara real time. Dengan demikian, plat nomor tersebut dapat diperiksa segera di database.

Di Australia sendiri, pada kuartal pertama 2009, menurut National Motor Vehicle Theft Reduction Council, terjadi 15.025 pencurian kendaraan.

Menurut Geoff Hughes, Director of Strategy and Programming National Motor Vehicle Theft Reduction Council, yang juga merupakan konsultan project tersebut, teknologi ini tidak hanya dapat mengeliminasi kesalahbacaan pada plat nomor kendaraan, tetapi juga dapat ditempatkan pada kamera pendeteksi kecepatan.

“Salah satu kekurangan pada teknologi kamera yang ada saat ini adalah kamera tidak bisa membaca kode area kendaraan pada plat nomor,” kata Hughes, seperti VIVAnews kutip dari PCWorld, 29 Juni 2009. “Berhubung nomor kendaraan bisa sama antara wilayah yang berbeda, itu bisa membingungkan kamera,” ucapnya.

Jika dipasang pada kamera pendeteksi kecepatan, teknologi tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai perangkat intelijen oleh polisi untuk melacak bagaimana cara kelompok kriminal beroperasi dan melacak kendaraan yang diduga sedang digunakan dalam tindak kejahatan.

Kendaraan seringkali menjadi kunci pengungkap terhadap sebuah kejahatan sedang dilakukan. Alasannya, kendaraan umumnya digunakan sebagai sarana transportasi barang ilegal ataupun untuk melarikan diri dari tempat kejadian perkara.

“Dengan berjalannya waktu, sistem akan dimodifikasi agar dapat mengidentifikasi plat nomor palsu, misalnya saat plat nomor tersebut dipasang pada mobil Holden, padahal seharusnya plat tersebut milik mobil Toyota,” ucap Hughes.

Penelitian yang sudah dilakukan selama tiga tahun terakhir dan menghabiskan biaya sebesar 156 ribu dolar AS tersebut menghasilkan pengembangan lebih lanjut dari Spiral Architecture, sebuah struktur data di mana gambar direpresentasikan oleh sejumlah piksel heksagonal.

• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar